DIABETES MELITUS TIPE 2
KENALI GEJALA, FAKTOR RISIKO, DAN KAPAN HARUS MEMERIKSAKAN DIRI
Sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, atau tubuh terasa lelah terus-menerus?
Jangan buru-buru menganggapnya hanya karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas.
Diabetes melitus dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Padahal, jika kadar gula darah tinggi tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga masalah pada kaki.
Kabar baiknya, diabetes dapat dikendalikan. Banyak kasus diabetes tipe 2 juga dapat dicegah atau ditunda melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, bahkan akhir akhir ini banyak penderita diabetes yang mengalami remisi diabetes.
Apa Itu Diabetes?
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin.
Insulin membantu gula darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak cukup atau tidak dapat digunakan secara efektif, gula akan menumpuk di dalam darah.
Ada beberapa jenis diabetes, di antaranya diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.
Mari kita bahas Diabetes tipe 2 dahulu :
Kenali Faktor Risikonya
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum. Risikonya dapat meningkat pada orang yang memiliki:
- Kelebihan berat badan
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tidak sehat
- Usia tertentu
- Riwayat keluarga diabetes
Punya keluarga dengan riwayat diabetes? Jangan tunggu gejala.
Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Karena diabetes dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, terutama pada tahap awal, orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes perlu lebih memperhatikan kondisi gula darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
PENTING: Tidak adanya gejala bukan berarti gula darah pasti normal.
Apa Saja Gejala Diabetes?
Gejala diabetes bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sering haus
- Sering buang air kecil
- Mudah lapar
- Mudah lelah
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Penglihatan kabur
- Luka sulit sembuh
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Jika keluhan tersebut muncul berulang, jangan abaikan. Pemeriksaan kadar gula darah dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan Anda.
Bagaimana Diabetes Diketahui?
Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami diabetes. Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah dan hasilnya perlu dinilai oleh tenaga kesehatan sesuai kondisi pasien.
Berdasarkan Standards of Care in Diabetes—2026 dari American Diabetes Association (ADA), salah satu hasil pemeriksaan berikut dapat memenuhi kriteria diagnosis diabetes:
- Glukosa plasma puasa ≥126 mg/dL
- HbA1c ≥6,5%
- Glukosa plasma 2 jam setelah tes toleransi glukosa oral ≥200 mg/dL
Hasil pemeriksaan perlu diinterpretasikan oleh tenaga kesehatan.
Mengapa Diabetes Perlu Dikendalikan?
Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:
- Penyakit jantung dan stroke
- Penyakit ginjal kronis
- Kerusakan saraf dan masalah pada kaki
- Gangguan penglihatan
Karena itu, penderita diabetes perlu melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk pemeriksaan mata, ginjal, dan kaki sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegahnya?
Tidak semua jenis diabetes dapat dicegah. Namun, banyak kasus diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda dengan kebiasaan hidup sehat.
Mulai dari hal-hal sederhana:
- Menjaga berat badan tetap sehat
- Aktif bergerak dan berolahraga secara rutin
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Membatasi makanan dan minuman tinggi gula
- Tidak merokok
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Pertimbangkan pemeriksaan gula darah secara berkala jika Anda memiliki faktor risiko diabetes tipe 2, terutama riwayat keluarga diabetes.
Jangan menunggu sampai gejala menjadi berat. Pemeriksaan juga penting jika Anda mengalami keluhan seperti:
- sering haus
- sering buang air kecil
- mudah lapar
- mudah lelah
- penglihatan kabur
- luka sulit sembuh.
Jika mengalami keluhan tersebut, konsultasikan kondisi Anda kepada tenaga kesehatan.
Kenali lebih awal. Periksa secara berkala. Jaga kesehatan sejak sekarang.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolik. Diabetes dapat dikendalikan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu mengetahui kondisi gula darah serta mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Ditinjau oleh :
dr. Teguh Imanudin Sp.PD

